Pentingnya Menjaga Higienitas Depot Air Minum Isi Ulang

Menjaga Higienitas Depot Air Minum Isi Ulang-Pola pemakaian air minum AMDK dan Air Galon khususnya di daerah urban mengalami kenaikan. Kecenderungan konsumsi air minum dari AMDK maupun Air Isi Ulang akibat dari semakin rendahnya kualitas dan tidak praktisnya pengolahan air permukaan. PDAM sendiri sebagai lembaga pendisitribusian air bersih seringkali mengalami keterbatasan. Akibatnya masyarakat lebih memilih konsumsi air AMDK dan Air Galon untuk kebutuhan sehari-hari daripada menggunakan air PDAM maupun air permukaan.

Meskipun lewat tren serta kebutuhan air layak minum terus meningkat tiap tahun. Sayangnya pemilik Depot Air Minum Isi Ulang dan AMDK masih banyak yang tidak menjaga higienitas produksinya. Penelitian menunjukkan kontaminasi terjadi akibat proses produksi yang tidak efektif, terjadi rekontaminasi saat pengisian maupun saat pengiriman, hingga tidak menjaga peralatan produksi. Akibatnya banyak terjadi laporan bahwa kualitas air produksi Depot Air Minum mengalami penurunan.

Pastinya pemilik usaha depot isi ulang tidak ingin mengalami penurunan kualitas produk bukan? Ini dia, poin-poin penting dalam menjaga kualitas air depot air minum isi ulang.

Faktor Internal Higienitas Depot Air Minum Isi Ulang

Definisi faktor internal ialah aspek yang meliputi perihal terkait dengan input (sumber daya manusia, fasilitas, desain kontruksi, pelatihan) dan proses (proses pengolahan air baku dan proses pembersihan galon air minum) pada Depot Air Minum Isi Ulang.

Sumber Daya Manusia

Aspek ini merupakan individu yang bekerja sebagai penggerak suatu usaha depot air minum. Contoh dari SDM antara lain, Pemilik Usaha dan Karyawan/Buruh/Tenaga Kerja. Sumber Daya Manusia merupakan aset karena kemampuannya dapat bertambah.

Pemilik dan Karyawan dalam menjalankan usaha harusnya senantiasa menjaga kualitas kerjanya. Seperti selalu berkerja sesuai SOP, menjaga pelayanan terhadap konsumen, dan menjaga kebersihan depot agar meminimalisir kontaminasi saat produksi. Adapun tambahan sikap untuk menjaga higienitas produksi. Seperti, pelarangan merokok saat proses produksi, selalu memakai pakaian yang bersih, dan melakukan uji kualitas air secara berkala.

Seringkali baik pemilik depot dan karyawannya luput dalam menjaga kualitas produksi akibat dari tingginya permintaan produksi yang terus menerus. Namun, hal tersebut seharusnya menjadi lecutan agar selalu menjaga kualitas higienitas produksi air minum isi ulang.

Terlebih dengan selalu menjaga perilaku higienis akan menjadikan konsumen semakin mempercayai depot air minum bebas dari kontaminasi kuman dan bakteri berbahaya.

Fasilitas Produksi

Aspek fasilitas depot air minum dalam kehigienisan produksi sangatlah penting. Depot Air Minum Isi Ulang haruslah selalu menjaga alat-alat produksi dan pendukungnya. Seperti melakukan pembersihan tandon secara berkala (tergantung dari intensitas produksi dan lingkungan), kemudian mengganti filter secara berkala, melakukan pembersihan depot secara berkala, dll.

Masih banyak pemilik dan karyawan yang seringkali tidak melakukan pembersihan tandon secara berkala. Melakukan pengisian galon menggunakan selang juga memiliki resiko terjadi rekontaminasi kuman bakteri karena dilakukan di tempat terbuka.

Apabila pemilik dan karyawan tidak menjaga alat-alat produksinya beresiko akan terjadi rekontaminasi yang pastinya membahayakan konsumen. Bahkan dapat terjadi pencabutan surat izin usaha.

Inovasi yang Salah

Pemilik Usaha juga seringkali terbuai dengan inovasi-inovasi yang berkembang. Khususnya yang berkaitan dengan proses produksi dan penghematan cost yang dikeluarkan. Salah satu invoasi yang salah ialah pengisian galon air menggunakan selang air dengan alasan lebih praktis. Sayangnya inovasi tersebut mengorbankan aspek higienitas produksi.

Penyebab potensi kontaminasi ialah akibat pengisian galon dengan selang air terjadi di luar outlet yang tersedia alias di tempat terbuka. Sehingga debu dan partikel tak kasat mata dapat masuk ke dalam galon saat proses pengisian terjadi.

Peralatan yang Kurang Tepat

Depot Air Minum Isi Ulang yang Memenuhi Syarat pasti memiliki standar tertentu untuk menjamin higienitas kualitas produksi. Peralatan yang dimaksud antara lain; Jumlah Tabung dengan ukuran yang sama, Ukuran mikrofilter yang berjenjang, terdapat flow meter, menggunakan peralatan Ultra-Violet yang telah teruji untuk desinfeksi mikroorganisme. Apabila depot air minum tidak mengikuti standar yang telah ada maka terdapat resiko terjadinya kontaminan yang lolos dalam proses produksi.

Sehingga sebisa mungkin sebagai calon pemilik atau pemilik usaha tidak mudah tergiur dengan harga dan ukuran suatu depot. Alangkah lebih baik pemilik memilih depot air minum yang memiliki kelengkapan dan ketepatan agar senantiasa terjaga kualitas produksi air minum.

Faktor Eksternal Higienitas Depot Air Minum Isi Ulang

Aspek ekternal dalam usaha depot air minum berkaitan dengan pengawasan pemerintah, penerapan sanksi, dan kerja sama antar instansi pemerintah. Pengawasan dari pemerintah dijalankan oleh Dinas Kesehatan setempat. Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan melakukan pengambilan sample air minum, inspeksi sanitasi, sosialisasi, mengadakan pelatihan kepada para pemilik Depot Air Minum Isi Ulang.

Faktor utama kenapa instansi pemerintah belum perform, akibat tenaga sanitarian yang kurang, beban kerja ganda, dan alokasi dana pemeriksaan sampe yang rendah. Kemudian faktor lainnya ialah tidak adanya sanksi tegas kepada pemilik Depot Air Minum Isi Ulang yang melanggar ketentuan sesuai dengan ketetapan dalam Permenkes No. 43 Tahun 2014. Kemudia kerjasama antar instansi pemerintah dengan ketiadaan asosiasi yang menaungi pengusaha Depot Air Minum Isi Ulang.

Sumber:

Raksanagara, Ardini S. – Aspek Internal dan Eksternal Kualitas Produksi Depot Air Minum Isi Ulang Studi Kualitatif di Kota Bandung

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.